Collaborative Networks


Collaborative Networks

Kolaborasi sangat umum di masyarakat saat ini. Hal ini terbukti ampuh untuk memecahkan masalah, membangun konsensus, dan membantu proses pengambilan keputusan[1]. Secara historis, kolaborasi telah diatur melalui hierarki kolaborasi, di mana setiap anggota dikendalikan dan diawasi oleh anggota top lainnya, karyawan didominasi oleh manajer, dan pelanggan dikendalikan oleh organisasi[2]. Kolaborasi adalah sebuah proses di mana entitas berbagi informasi, sumber daya dan tanggung jawab untuk bersama-sama merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan untuk mencapai tujuan bersama[3]. Kolaborasi juga merupakan suatu hubungan yang memiliki tujuan tertentu, kolaborasi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam upaya untuk pencapaian tujuan, kolaborasi memiliki tujuan diantaranya 1) memecahkan masalah, 2) menciptakan sesuatu, dan 3) menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan. Istilah kolaborasi selama ini lebih akrab digunakan di kalangan bisnis, akademisi, maupun dunia seni, namun, dalam melakukan kolaborasi, juga terdapat berbagai hambatan yang mungkin dapat menghambat sulitnya berkolaborasi, hambatan-hambatan tersebut antara lain: keahlian, waktu, biaya, kompetisi, dan kearifan konvensional. Tujuan organisasi yang terbaik direalisasikan dengan penataan dirinya sebagai Collaborative Networks. Sebuah Collaborative Networks adalah kumpulan bisnis, individu dan entitas organisasi lainnya yang memiliki kemampuan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil tertentu, Collaborative Networks mendesain organisasi pada posisi terbaik untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dan menciptakan nilai baru. Secara struktur memanfaatkan kekuatan dari semua pihak yang berkontribusi dan dengan demikian manfaat dan menghubungkan mereka dalam cara baru yang inovatif[4]. Collaborative Networks merupakan jaringan yang terdiri dari berbagai entitas misalnya organisasi, group dan komunitas yang sebagian besar berdiri mandiri, terdistribusi secara geografis, dan heterogen dalam hal lingkungan kerja mereka (budaya, social capita dan tujuan) yang berkolaborasi untuk pencapaian suatu tujuan. Collaborative Networks berfokus pada struktur, perilaku, dan dinamika yang berkembang dari jaringan entitas yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang lebih baik atau yang kompatibel[5]. Collaborative Networks menawarkan kemungkinan baru untuk organisasi yang efektif dan tangkas untuk menuju masa depan, agar sukses dalam lingkungan yang sangat kompetitif yang berubah dengan cepat, organisasi membutuhkan kompetensi dalam hal, strategi, prinsip-prinsip organisasi dan tata kelola, proses dan kemampuan teknologi, dalam konteks ini, Collaborative Networks menunjukkan peranan untuk penciptaan nilai melalui kemampuan baru untuk mengatasi kebutuhan inovasi, ketidakpastian, kustomisasi massal dan persaingan sengit[3].

Reference

  1. Straus, D. and Layton, T., (2002). How to Make Collaboration Work: Powerful Ways to Build Consensus, Solve Problems, and Make Decisions, San Francisco: Berrett-Koehler Publishers.
  2. Tapscott, D., & Williams, A.D. (2006). WIKINOMICS How Mass Collaboration Changes Everything. United States of America: Janson Text with Daily News.
  3. Camarinha-Matos, L. & Afsarmanesh, H. (2005). Collaborative networks: Anew scientific discipline. Journal of intelligent manufacturing, 16, pp.439-452, ISSN: 0956-5515.
  4. Shuman, J., & Twombly, J. (2008). Collaborative Network Management, 6(April).
  5. L.M. Camarinha-Matos, H. Afsarmanesh, 2005, The emerging discipline of collaborative networks, J. Intelligent Manufacturing, vol. 16, NÂș 4-5, pp 439-452.

Comments

Popular posts from this blog

Penerapan dan Pemanfaatan Empat Domain COBIT pada Proses Audit Sistem Informasi

Independensi dan Profesionalisme Auditor Internal vs Auditor Eksternal

Peranan Auditor Sistem Informasi Dalam Upaya Pemberantasan Korupsi